INFORMASI

Berita Bea Cukai

Kawasan Berikat Hortikultura Lebarkan Sayap Sampai Blitar

Jum'at, 24 Januari 2020 by. Tim Humas

Kawasan Berikat Hortikultura Lebarkan Sayap Sampai Blitar

Ekspor sampai saat ini masih jadi andalan dalam meningkatkan ekonomi tahun 2020 ini, mendorong peningkatan ekspor nasional merupakan pekerjaan rumah pemerintah pusat dan ini tidak akan terwujud tanpa koordinasi yang baik antar Intansi Vertikal dengan Pemerintah Daerah, hal ini diungkapkan Sekertaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono dalam kegiatan Penanaman Perdana Pisang Cavendish guna pengembangan Kawasan Hortikultura berorientasi ekspor di desa Selopuro,Kabuptaen Blitar (21/01/20).

“secara year on year tahun 2019 ekspor nasional mengalami penurunan, kegiatan ini jadi salah satu effort pemerintah dalam meningkatkan ekspor nasional, apalagi pisang yang dikembangkan ini punya jaminan pasar dan jaringan di 65 Negara” ungkap Susiwijono.

Menurutnya penanaman pisang cavendish juga merupakan bentuk kerjasama antar Petani Blitar dengan PT. NSA yang merupakan anak perusahaan dari PT. GGP (Great Giant Pineapple) yang dituangkan dalam bentuk MoU yang ditandatangani oleh Bupati Blitar Rijanto, nantinya Petani mendapatkan pendampingan dan berproduksi dengan benar sesuai praktek agribisnis yang benar serta fasilitas berupa bibit dan pupuk sehingga menghasilkan pisang dengan kualitas ekspor.

“sistemnya sharing value dan keuntungan 100% untuk petani, masalah market dan eskpornya PT. NSA akan menanganinya” Jelasnya didepan Bupati Blitar, Bupati Bondowoso, dan Wakil Walikota Malang serta Government and Corporate Affairs Director PT. GGP.

Di tempat yang sama Kakanwil BC Jatim 2 Oentarto Wibowo yang juga hadir dalam kegiatan ini menyampaikan, Bea Cukai sejak awal melakukan penggalian potensi di Daerah guna pengembangan Kawasan Hortikultura dengan pemberian fasilitas fiskal yaitu Kawasan Berikat. Penanaman ini merupakan satu serial yang dilakukan di PT. GGP tepatnya di Kabupaten Tanggamus.

“Kami sekarang berkoordinasi dengan Kabupaten Bondowoso dalam pengembangan Kawasan Berikat Hortikultura ini, melihat potensi alam dan tanah yang subur untuk ditanami pisang cavendish saya rasa hal ini bisa terwujud” ungkap Oentarto
Saat ini 80 hektare siap ditanami pisang cavendish, di Desa Selopuro sendiri ditargetkan akan ditanami seluas 150 hektare.


Related Post

11 PEGAWAI BC JATIM II MENGUCAPKAN SUMPAH
BADAN KEBIJAKAN FISKAL GANDENG BEA CUKAI LAKUKAN SOSIALISASI TARIF CUKAI HASIL TEMBAKAU 2018
PERSIAPAN PENSIUN ASN, TASPEN SOSIALISASIKAN PRODUK UNGGULAN
Kunjungan Kerja, Oentarto Bahas KEK hingga Ekspor Kerajinan