INFORMASI

Berita Bea Cukai

SINERGI KANWIL PAJAK JAWA TIMUR III DAN KANWIL BEA CUKAI JAWA TIMUR II OPTIMALKAN PENERIMAAN NEGARA TAHUN 2017

Jum'at, 4 Agustus 2017 by. Humas

SINERGI KANWIL PAJAK JAWA TIMUR III DAN KANWIL BEA CUKAI JAWA TIMUR II OPTIMALKAN PENERIMAAN NEGARA TAHUN 2017

MALANG – SINERGI, salah satu nilai Kementerian Keuangan diimplementasikan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur III dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur II dengan berkolaborasi melakukan kerjasama demi tarcapainya target penerimaan Tahun 2017. Kerjasama yang erat dan berkelanjutan terus dilakukan oleh kedua instansi penyumbang 85% penerimaan negara ini dengan berbagai langkah konkrit.

Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Timur III, Rudy Gunawan Bastari dalam acara Konferensi Pers antara Kanwil DJP Jawa Timur III dan Kanwil DJBC Jawa Timur II di Media Center Kantor Wilayah DJP Jawa Timur III pada Rabu (22/03) menuturkan berbagai langkah konkrit yang dilaksanakan antara lain adalah dengan melakukan pertukaran data dan informasi. “Salah satu langkah konkrit yang kita laksanakan adalah melakukan Pertukaran Data dan Informasi dalam rangka pelayanan, pengawasan, dan penegakan hukum yang meliputi kegiatan pemeriksaan, penagihan, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan,” ujarnya.

Perlu diketahui bahwa, industri Hasil Tembakau merupakan kontributor terbesar terhadap penerimaan negara khususnya di Kanwil DJP Jatim III yang menyumbang 60% penerimaan berasal dari PPN Hasil Tembakau dan di Kanwil DJBC Jawa Timur II yang menyumbang penerimaan negara sebesar 98% dari cukai Hasil Tembakau.

Sejalan dengan Rudy Gunawan Bastari, Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur II, Nirwala Dwi Heryanto memaparkan bahwa tingginya target penerimaan negara yang dibebankan kepada Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai perlu dilakukan kolaborasi antara DJP dan DJBC untuk bersama-sama mengoptimalkan penerimaan negara salah satunya dengan mengembangkan sistim informasi berupa pertukaran data dan informasi. “Pada saat ini baik dari Kanwil Bea Cukai Jatim II maupun Kanwil Pajak Jatim III sama-sama telah mengembangkan program aplikasi pengawasan yang nantinya dapat menghasilkan madu untuk optimalkan penerimaan negara,” ujar Nirwala dalam acara tersebut.

Selain dengan melakukan pertukaran data dan informasi, langkah konkrit lainnya yang dilakukan oleh kedua instansi diantaranya dengan pembentukan Focus Group Discussion membahas titik kritis serta penggalian potensi kewajiban negara bagi para subyek pajak / bea cukai, penanganan dan pelaksanaan penagihan tunggakan penerimaan negara berupa penagihan terhadap Surat Tagihan Cukai yang diserahkan penagihan PPNnya ke Kantor Pelayanan Pajak, pelaksanaan Joint Analysis wajib pajak di Kawasan Berikat, Gudang Berikat, Pusat Logistik Berikat, Kawa Bebas serta Pelaksanaan Joint Audit berupa kegiatan pemeriksaan secara bersama dan terintegrasi.

Sebagai penunjang langkah konkrit tersebut, juga dilaksanakan Workshop bersama bagi pegawai DJP dan DJBC yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja kedua instansi ini. Dengan kerjasama yang baik dan berkesinambungan, diharapkan target penerimaan negara dapat tercapai sehingga dapat memperkuat APBN 2017, untuk Indonesia yang lebih baik.


Related Post

DKO Bulan Februari 2020, Bahas SDM Hingga Sarana Prasarana
SADAR IKU..!, KENAPA TIDAK
PERSIAPAN PENSIUN ASN, TASPEN SOSIALISASIKAN PRODUK UNGGULAN
Meningkatkan Ownership Pegawai Kanwil BC Jatim 2 dengan Training Retraining